PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih melalui penguatan budaya integritas dan transparansi. Upaya tersebut dilakukan dengan mengikuti agenda Behind The Campaign: Rahasia Dapur Juara Pariwara Antikorupsi 2025 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara daring, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati tersebut menjadi momentum bagi Pemkab Parigi Moutong untuk memperdalam strategi komunikasi publik dalam mendukung pelaksanaan Pariwara Antikorupsi 2026 yang berlangsung hingga 30 September 2026 mendatang.
Agenda yang diselenggarakan KPK melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi itu berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai pembelajaran terkait penyusunan pesan edukasi antikorupsi yang kreatif, komunikatif, serta mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
Melalui sesi penulisan dan pemaparan dari para pemenang Pariwara Antikorupsi edisi sebelumnya, peserta dibekali pengalaman terbaik (best practices), strategi kreatif, hingga formula penyampaian kampanye publik agar pesan integritas dapat lebih mudah diterima masyarakat.
Keseriusan Pemkab Parigi Moutong dalam mendukung gerakan antikorupsi terlihat dari keterlibatan sejumlah perangkat daerah yang memiliki peran penting dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Perangkat daerah yang mengikuti kegiatan tersebut di antaranya Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), perangkat daerah bidang pendapatan daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Bagian Hukum, serta Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal).
Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bukti komitmen Pemkab Parigi Moutong dalam membangun sistem pencegahan korupsi yang terintegrasi. Upaya itu tidak hanya diarahkan pada penguatan internal birokrasi, tetapi juga pada penyampaian edukasi antikorupsi kepada masyarakat luas.
Hasil pembelajaran dari kegiatan Behind The Campaign selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi bagi Tim Kampanye Antikorupsi Kabupaten Parigi Moutong dalam menyusun inovasi dan strategi baru pada pelaksanaan Pariwara Antikorupsi 2026.
Pemkab Parigi Moutong menargetkan kampanye antikorupsi yang dibangun tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan pemerintahan yang berintegritas.
Melalui pendekatan yang lebih kreatif, segar, dan persuasif, pesan-pesan pencegahan korupsi diharapkan semakin mudah dipahami publik sehingga mampu memperkuat terwujudnya pemerintahan Parigi Moutong yang bersih, transparan, dan akuntabel.















