banner 970x250

Sekda Parigi Moutong Gandeng Unhas Penuhi Dokter Spesialis

Ket. Foto : Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat mengatasi kekurangan dokter spesialis di rumah sakit daerah. Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, melakukan pertemuan resmi dengan pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar. (Dok. Pribadi)

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat mengatasi kekurangan dokter spesialis di rumah sakit daerah. Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, melakukan pertemuan resmi dengan pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Rabu (25/2/2026), guna membahas skema pemenuhan tenaga medis spesialis di tiga rumah sakit rujukan.

Langkah ini menjadi strategi konkret pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan rujukan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasien pada rumah sakit di luar daerah.

banner 728x90

Dalam pertemuan tersebut, Zulfinasran didampingi Wakil Direktur BLUD RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Flora, Direktur BLUD RSUD Raja Tombolotutu, Astar Baturangka, serta Direktur RSUD Bulunapoaye Moutong. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan dokter spesialis di RSUD Anuntaloko Parigi, RSUD Raja Tombolotutu, dan RSUD Bulunapoaye Moutong yang masih kekurangan tenaga pada sejumlah layanan prioritas.

Berita lainnya :  40 Orang Paskibraka Parigi Moutong Masuk Ruang Karantina

“Kami datang untuk menyampaikan kebutuhan riil daerah. Rumah sakit di Parigi Moutong membutuhkan tambahan dokter spesialis agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal dan tidak selalu bergantung pada rujukan ke luar daerah,” ujar Zulfinasran.

Ia menjelaskan, RSUD Bulunapoaye Moutong memiliki peran vital melayani masyarakat di wilayah utara kabupaten yang cukup jauh dari pusat pemerintahan. Sementara RSUD Raja Tombolotutu dan RSUD Anuntaloko Parigi merupakan rumah sakit rujukan utama yang harus ditopang tenaga medis spesialis memadai.

Berita lainnya :  DPRD Desak Pemda Parigi Moutong Lantik PPPK Paruh Waktu

Menurutnya, kelengkapan dokter spesialis akan berdampak langsung pada kecepatan dan ketepatan penanganan pasien. “Kalau dokter spesialis terpenuhi, pelayanan bisa lebih cepat, tepat, dan efisien. Ini tentu menyangkut keselamatan dan kenyamanan pasien,” tegasnya.

Pemkab Parigi Moutong, lanjut dia, siap membuka ruang kerja sama dengan Unhas melalui berbagai skema, mulai dari pendidikan dokter spesialis, penempatan residen, hingga bentuk kolaborasi lain sesuai regulasi.

“Kami berharap ada pola kerja sama berkelanjutan. Bukan sekadar penempatan sementara, tetapi bagaimana kebutuhan dokter spesialis di daerah ini terjamin dalam jangka panjang,” tambahnya.

Berita lainnya :  Kajati Sulteng dan Rektor UIN Bahas Tata Kelola Kampus

Pihak Unhas merespons positif permintaan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan melalui pembahasan teknis bersama pihak rumah sakit.

Zulfinasran menyambut baik respons itu dan menyebutnya sebagai angin segar bagi peningkatan layanan kesehatan di Parigi Moutong. Ia memastikan komunikasi akan terus dikawal hingga menghasilkan realisasi konkret.

Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap kebutuhan dokter spesialis di tiga rumah sakit daerah dapat segera terpenuhi, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal dan merata di seluruh wilayah kabupaten.

Penulis: (Ma'in)Editor: Zakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *