Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahEkonomi

Parimo Peroleh Tambahan 2.500 Hektare, Kakao Diperluas Jadi 9.050 Hektare

×

Parimo Peroleh Tambahan 2.500 Hektare, Kakao Diperluas Jadi 9.050 Hektare

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Upaya memperkuat sektor perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan petani terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. (Dok. Diskominfo Parigi Moutong)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Upaya memperkuat sektor perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan petani terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Salah satu langkah strategis yang berhasil diperjuangkan adalah penambahan alokasi pengembangan kakao seluas 2.500 hektare, sehingga total program pengembangan dan peremajaan kakao di daerah itu mencapai 9.050 hektare.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat menyerahkan secara simbolis bantuan bibit kakao beserta insentif biaya tanam atau upah tenaga kerja (HOK) dalam rangka Program Hilirisasi Perkebunan dan Peremajaan Kakao Tahun 2026.

Penyerahan bantuan berlangsung di kediaman Bupati, Desa Mepanga, Kamis (5/11/2026), sekitar pukul 10.00 WITA. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran sejumlah bantuan pertanian dan pangan untuk mendukung aktivitas masyarakat di beberapa wilayah.

Berita lainnya :  Dua Remaja Pencuri Knalpot Diamankan Tim Resmob Polres Touna

Selain bibit kakao dan insentif biaya tanam, melalui Dinas Pertanian pemerintah daerah turut menyalurkan benih jagung serta tujuh unit mesin pompa air. Sementara melalui Dinas Ketahanan Pangan, diserahkan sembilan unit mesin semprot elektrik dan bantuan sembako bagi masyarakat.

Bantuan tersebut menyasar sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Mepanga, Kayu Agung, Ogotion, Ongka Malino, serta Desa Tomini.

Khusus program peremajaan kakao, petani juga memperoleh insentif biaya tanam sebesar Rp1.300.000 per hektare. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya tenaga kerja sekaligus mempercepat proses penanaman kembali tanaman kakao yang membutuhkan peremajaan.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta seluruh pihak yang telah berkontribusi mendukung pelaksanaan program tersebut.

Berita lainnya :  Dinkes Parigi Moutong Perkuat Layanan Kesehatan Merata Berkualitas Berkelanjutan

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, BRMP, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program ini,” ujar Erwin.

Ia mengungkapkan, tambahan alokasi pengembangan kakao seluas 2.500 hektare berhasil diperoleh melalui komunikasi dan koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian.

“Alhamdulillah, melalui komunikasi dan upaya yang kami lakukan dengan Kementerian Pertanian, dari alokasi awal 6.550 hektare kakao, kita mendapatkan tambahan 2.500 hektare sehingga totalnya menjadi 9.050 hektare,” ungkapnya.

Menurut Erwin, tambahan alokasi tersebut merupakan hasil dari kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan data, membangun koordinasi, serta meyakinkan pemerintah pusat bahwa Parigi Moutong memiliki kesiapan untuk menerima dan memanfaatkan bantuan secara optimal.

Berita lainnya :  Parigi Moutong Raih Peringkat Kedua Aksi Penurunan Stunting Terbaik se-Sulteng

Penambahan luasan tersebut menjadi peluang besar bagi pengembangan komoditas kakao di Parigi Moutong. Selain memperluas kawasan perkebunan yang mendapat dukungan program, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan masyarakat.

Pemerintah daerah berharap penyaluran berbagai bantuan pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan petani, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan, Parigi Moutong diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah potensial pengembangan kakao di Sulawesi Tengah.

Total Views: 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *