Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahPendidikan

Erwin Burase Siapkan Sekolah Terpadu Atasi Anak Putus Sekolah

×

Erwin Burase Siapkan Sekolah Terpadu Atasi Anak Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan anak tidak sekolah dan putus sekolah, terutama di wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan. (Dok. Iphal)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan anak tidak sekolah dan putus sekolah, terutama di wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Salah satu upaya yang akan ditempuh adalah membangun sekolah terpadu satu atap dengan menggabungkan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat memberikan sambutan pada pelantikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pengukuhan Kepala Bapelitbangda di Kantor Kecamatan Mepanga, Kamis (5/11/2026).

Berita lainnya :  Bawaslu Tolitoli Perkuat Disiplin ASN Demi Kinerja Profesional Berintegritas

Erwin menjelaskan, persoalan jarak menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan anak-anak di sejumlah desa tidak dapat melanjutkan pendidikan. Kondisi ini terutama dialami siswa setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SD, tetapi harus menempuh perjalanan jauh untuk mengakses sekolah SMP.

“Ada desa yang begitu menamatkan SD, untuk ke SMP sangat jauh. Akhirnya di situ letak anak kita putus bersekolah,” ungkap Erwin.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan sekolah terpadu kepada pemerintah pusat. Usulan itu, kata Erwin, telah memperoleh persetujuan awal sehingga daerah diminta segera menyiapkan data pendukung dan lokasi pembangunan.

Berita lainnya :  Pemkab Parimo Perkuat Integrasi Data Pajak dan Pertanahan

“Pak Menteri sudah menyampaikan bahwa ini kami setujui. Kita diminta data untuk segera mempersiapkan lokasi pembangunan sekolah terpadu satu atap,” katanya.

Selain menyiapkan pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah terpencil, Erwin juga mengungkapkan capaian pemerintah daerah dalam mengembalikan anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah ke bangku pendidikan.

Dalam beberapa bulan terakhir, sekitar 2.000 anak yang sempat tidak mengenyam pendidikan berhasil dikembalikan untuk mendapatkan akses pendidikan.

Meski demikian, Erwin meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak berhenti pada capaian tersebut. Ia menginstruksikan agar pendataan anak tidak sekolah dan putus sekolah dilakukan secara menyeluruh, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Berita lainnya :  KONI Parigi Moutong Optimistis Rebut Prestasi di Porprov Morowali

Menurutnya, pemerataan pendidikan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tidak boleh ada anak di Parigi Moutong kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena persoalan jarak, keterbatasan fasilitas, maupun sulitnya akses menuju sekolah.

Melalui pembangunan sekolah terpadu satu atap dan penguatan pendataan anak tidak sekolah, Pemkab Parigi Moutong berharap kesenjangan akses pendidikan dapat ditekan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tanpa terkendala kondisi geografis.

Total Views: 2385

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *