PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id – Penanganan warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Sosial (Dinsos). Fokus utama saat ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Hingga Sabtu (29/8/2026), sebanyak 56 jiwa pengungsi telah mendapatkan pelayanan makanan dari Posko Dapur Umum yang didirikan dan dioperasikan oleh Dinsos Parigi Moutong.
Sekretaris Dinsos Parigi Moutong, Syafaat Pampi, mengatakan keberadaan dapur umum menjadi salah satu prioritas dalam masa tanggap darurat untuk memastikan kebutuhan konsumsi para pengungsi maupun relawan yang terlibat dalam penanganan bencana tetap terpenuhi.
“Saat ini penanganan Dinsos fokus pada pengoperasian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi maupun relawan di lapangan. Total ada 56 jiwa yang terlayani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, warga yang berada di pengungsian berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari lanjut usia (lansia), anak-anak, hingga kelompok rentan seperti dua balita dan seorang bayi yang membutuhkan perhatian lebih selama masa pemulihan.
Selain menyediakan kebutuhan pangan, Dinsos Parigi Moutong juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu proses pembersihan rumah warga yang terdampak banjir bandang.
Kehadiran Tagana di lapangan difokuskan untuk membantu masyarakat membersihkan material sisa bencana agar lingkungan tempat tinggal dapat kembali digunakan dan aktivitas warga berangsur pulih.
Di sisi lain, proses pendataan kebutuhan logistik masih terus dilakukan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diajukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak berdasarkan kondisi terkini di lapangan.
Ia juga menyampaikan, pihaknya masih menunggu data final dan valid sebelum mengusulkan tambahan bantuan logistik secara resmi kepada pihak terkait.
“Kami masih melakukan pendataan kebutuhan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan jumlah warga terdampak,” jelasnya.
Dinsos Parigi Moutong juga terus memperkuat koordinasi dengan Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah guna mendukung percepatan penanganan para korban bencana.
Dari sisi kesehatan, hingga saat ini belum ditemukan adanya keluhan penyakit serius dari para pengungsi. Kondisi tersebut turut didukung dengan keberadaan Posko Kesehatan yang disiapkan di lokasi pengungsian.
“Di tengah proses penanganan, bantuan dari masyarakat, pihak luar dan para donatur masih terus berdatangan ke posko utama,” pungkasnya.















