Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan kondisi Sekolah Dasar Kecil (SDK) Ogomojolo, Kecamatan Palasa, telah menjadi perhatian sebelum ramai diperbincangkan publik melalui media sosial. Sekolah tersebut bahkan sudah masuk dalam daftar usulan program revitalisasi jauh sebelum video kondisi bangunannya viral di Facebook.
Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim, menyampaikan penegasan tersebut, Minggu (2/8/2026), sebagai respons atas sorotan masyarakat terhadap kondisi fasilitas pendidikan di SDK Ogomojolo.
Ibrahim menjelaskan, setelah video tersebut beredar luas, pihaknya langsung melakukan pengecekan dan mencocokkan data sekolah melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan daftar sekolah yang telah diusulkan untuk mendapatkan program revitalisasi.
“Alhamdulillah, SDK Ogomojolo sudah masuk kategori sangat layak untuk diusulkan pada tahun 2025 dan 2026,” kata Ibrahim.
Namun, sebelum program tersebut direalisasikan, Disdikbud masih harus melakukan verifikasi langsung di lapangan. Hal itu karena program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan memiliki sejumlah persyaratan teknis, salah satunya ketersediaan sisa lahan minimal 1.500 meter persegi untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung.
Fasilitas yang menjadi bagian dari program tersebut meliputi rumah dinas guru, perpustakaan, ruang kelas baru, laboratorium, toilet, hingga ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Berdasarkan sertifikat yang dimiliki sekolah, luas sisa lahan SDK Ogomojolo saat ini diperkirakan sekitar 1.200 meter persegi. Karena itu, Disdikbud perlu memastikan kembali kondisi riil lahan melalui pengukuran dan verifikasi lapangan.
Ibrahim juga meluruskan sejumlah informasi yang berkembang di media sosial terkait kondisi SDK Ogomojolo. Ia menyebutkan, sekolah tersebut memiliki lima ruang permanen, terdiri dari empat ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar serta satu ruang guru.
Sementara itu, video yang viral hanya menampilkan kondisi dua ruang kelas, yakni ruang kelas IV dan kelas V.
“Yang mengunggah video tersebut merupakan orang tua murid. Kami mengapresiasi kepeduliannya, namun perlu kami tegaskan bahwa sekolah ini sudah menjadi perhatian pemerintah sebelum ramai di media sosial,” ujarnya.
Dengan jumlah peserta didik mencapai 122 siswa, Ibrahim memastikan SDK Ogomojolo memenuhi kriteria untuk diajukan dalam program bantuan revitalisasi pemerintah.
Selain SDK Ogomojolo, Disdikbud Parigi Moutong juga telah memastikan 25 sekolah dasar lainnya menerima bantuan revitalisasi pada tahun anggaran 2026 tahap pertama.
Dari jumlah tersebut, dua sekolah mendapatkan bantuan melalui jalur reguler, yakni SDK Ogolaus dan SD Bainaa Barat 1. Sementara 23 sekolah lainnya dibiayai melalui APBN Perubahan Tahap I yang berasal dari jalur aspirasi maupun usulan murni Disdikbud berbasis data Dapodik.
“Untuk 25 sekolah tersebut, kontraknya sudah ditandatangani dan saat ini tinggal menunggu proses pencairan anggaran. Sedangkan SDK Ogomojolo masih menunggu penetapan pada tahap kedua tahun ini,” pungkas Ibrahim.















