Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahKesehatan

Sisrute RSUD Anuntaloko Belum Optimal, Terkendala Jaringan dan SDM

×

Sisrute RSUD Anuntaloko Belum Optimal, Terkendala Jaringan dan SDM

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Sisrute RSUD Anuntaloko Belum Optimal, Terkendala Jaringan dan SDM. (Dok. Timursulawesi.id)
Example 728x90

PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id — Lonjakan jumlah pasien sejak bergulirnya program Berani Sehat mulai berdampak pada layanan rujukan di RSUD Anuntaloko Parigi. Di tengah upaya digitalisasi melalui Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute), pelaksanaannya di lapangan diakui masih jauh dari optimal.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Anuntaloko Parigi, Fera, mengungkapkan bahwa sistem rujukan sebenarnya sudah berjalan, namun berbagai kendala teknis dan kapasitas layanan membuat implementasinya belum maksimal.

Menurutnya, peningkatan jumlah pasien berdampak langsung pada keterbatasan tempat tidur (bed) di rumah sakit. Kondisi ini memaksa sebagian pasien harus dirujuk ke rumah sakit tingkat provinsi.

“Jumlah pasien meningkat, sementara kapasitas kita terbatas. Akhirnya banyak yang harus dirujuk keluar daerah,” jelasnya.

Berita lainnya :  Bupati Erwin Tinjau Kesiapan Pasar Ramadhan Parigi

Fera menjelaskan, salah satu hambatan utama dalam penerapan Sisrute terletak pada sistem aplikasi yang belum berjalan optimal, terutama di tingkat puskesmas. Kendala jaringan menjadi persoalan klasik yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

Di beberapa wilayah, fasilitas kesehatan bahkan masih kesulitan mengakses jaringan internet, sehingga proses rujukan berbasis aplikasi kerap mengalami keterlambatan.

Akibatnya, komunikasi rujukan masih mengandalkan cara konvensional melalui grup WhatsApp. Meski demikian, ia mengakui metode tersebut sejauh ini cukup membantu memperlancar koordinasi.

“Kami masih gunakan grup WhatsApp karena lebih cepat. Di dalamnya sudah tergabung seluruh puskesmas dan tiga rumah sakit, jadi komunikasi tetap berjalan,” ujarnya.

Berita lainnya :  DPRD Parigi Moutong Umumkan Hasil Evaluasi Gubernur APBD 2026

Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Fera juga menyoroti kendala dalam koordinasi dengan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), yang terkadang lambat memberikan respons, baik dari pihak perujuk maupun rumah sakit tujuan.

Dalam mekanisme yang berjalan, setiap rujukan yang masuk akan diterima petugas informasi rumah sakit untuk kemudian dicek ketersediaan ruang, fasilitas penunjang, serta sumber daya manusia (SDM). Jika layanan yang dibutuhkan tidak tersedia, maka koordinasi dilanjutkan ke rumah sakit di Kota Palu.

Meski demikian, proses rujukan ke rumah sakit provinsi kerap menghadapi hambatan baru, terutama terkait lambatnya tanggapan dari DPJP di rumah sakit tujuan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena RSUD Anuntaloko tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi pihak tersebut.

Berita lainnya :  MTQ ke-VIII Parigi Wujudkan Generasi Qur'ani Cinta Damai

“Kalau komunikasi Sisrute masih bisa dibantu lewat grup WhatsApp, tapi untuk DPJP di rumah sakit tujuan, kami tidak punya akses lebih jauh,” jelasnya.

Situasi ini menggambarkan bahwa meski sistem rujukan terintegrasi telah diterapkan, masih dibutuhkan pembenahan serius, baik dari sisi infrastruktur jaringan, optimalisasi aplikasi, hingga penguatan koordinasi antar tenaga medis, agar pelayanan rujukan benar-benar berjalan efektif dan cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *