Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahEkonomi

Jelang Ramadhan Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong Gelar GPM

×

Jelang Ramadhan Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong Gelar GPM

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Menjelang Ramadan 1447 H/2026, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bergerak cepat menekan lonjakan harga bahan pokok dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 11 titik strategis. (Dok. Akbar)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Menjelang Ramadhan 1447 H/2026, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bergerak cepat menekan lonjakan harga bahan pokok dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 11 titik strategis.

Program yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong ini menyasar sejumlah kecamatan, yakni Parigi Utara, Toribulu, Parigi Barat, Mepanga, Ongka Malino, Tomini, Tinombo, Sidoan dan Parigi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Sofiana, mengatakan GPM digelar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang telah disubsidi pemerintah daerah, bahkan di bawah harga pasar.

Berita lainnya :  Polres Parigi Moutong Bantah Cukong Tambang Buranga, Buka Kolaborasi

“Gerakan pangan murah ini menyesuaikan dengan jumlah subsidi yang diberikan pemerintah daerah. Kebutuhan bahan pokok yang dipasarkan sudah mendapat subsidi sehingga lebih terjangkau,” ujarnya saat ditemui awak media, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Salah satu pelaksanaan GPM di halaman Kantor Ketahanan Pangan yang dimulai pukul 07.30 hingga 10.51 WITA diserbu warga. Meski daya beli meningkat, stok bahan pokok yang tersedia tetap terbatas.

Berita lainnya :  Parigi Moutong Dorong Koperasi Desa untuk Ekonomi Mandiri

Adapun komoditas yang dipasarkan di 11 titik tersebut meliputi beras medium jenis SPHP sebanyak 5 ton dengan harga Rp55.000 per 5 kilogram, gula pasir 5 ton, Minyakita 400 dus, bawang merah 500 kilogram, bawang putih 500 kilogram, serta telur 750 rak.

Sofiana mengakui, jumlah bahan pokok yang dipasarkan tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan adanya efisiensi anggaran sehingga subsidi yang dialokasikan kepada dinas terkait terbatas dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Berita lainnya :  Gelombang Kritik Publik, RSUD Raja Tombolotutu Kualifikasi Dokter di Utamakan Non Muslim

Ia menegaskan, pelaksanaan GPM kali ini merupakan hari terakhir dari rangkaian kegiatan di 11 titik. Namun, tidak menutup kemungkinan program serupa kembali digelar menjelang Hari Raya Idulfitri, khususnya di kecamatan atau desa yang belum tersentuh Gerakan Pangan Murah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *