banner 970x250
Daerah  

Kemarau Panjang, Kemenag Parigi Moutong Imbau Umat Gelar Istisqa

Ket. Foto : Surat Resmi Kemeag Parigi Moutong.

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Di tengah musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Parigi Moutong, berbagai dampak mulai dirasakan masyarakat. Kekeringan lahan pertanian hingga meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan perkebunan menjadi perhatian serius. Menyikapi kondisi tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Parigi Moutong secara resmi mengeluarkan imbauan kepada umat Islam untuk melaksanakan Sholat Istisqa.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat resmi Kemenag Parigi Moutong yang diterbitkan pada 4 Februari 2026 dengan Nomor: B-119/Kk.22.9.3/BA.03.1/02/2026. Surat bersifat penting itu dilengkapi satu lembar lampiran berisi tata cara pelaksanaan Sholat Istisqa, serta ditandatangani dan dicap oleh Kepala Kemenag Parigi Moutong, H. As’at Latopada, S.Ag.

banner 728x90

Langkah ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT, khususnya agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan bagi daerah yang tengah dilanda kekeringan.

Berita lainnya :  Insiden PETI Moutong Yang Menelan Korban Jiwa, Erwin Burase: Menanggapi Serius

Dalam surat tersebut, Kemenag Parigi Moutong menyampaikan tiga poin penting yang ditujukan kepada seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan. Poin pertama menekankan pentingnya koordinasi pelaksanaan Sholat Istisqa di wilayah kerja masing-masing.

Poin kedua mengajak para penyuluh agama, tokoh agama, serta masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Sholat Istisqa. Sementara poin ketiga berisi imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan doa, memperbanyak istighfar, serta amal kebaikan sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berita lainnya :  Bupati Parimo Tindak Cepat 75% Kasus Malaria Lokal

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan Sholat Istisqa diserahkan sepenuhnya kepada kesepakatan dan kondisi di masing-masing wilayah.

Sholat Istisqa sendiri merupakan salat sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan, dilaksanakan dua rakaat untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan saat terjadi kekeringan berkepanjangan. Sholat ini memiliki tata cara khusus, seperti takbir tambahan dan khutbah setelah sholat, serta kerap didahului dengan puasa dan pertaubatan sebagai wujud kesungguhan dalam bermunajat.

Berita lainnya :  DPKP Parigi Moutong, Hanya Memprioritaskan BRS Sembilan Kawasan Kumuh Akibat Minimnya Anggaran
Penulis: (Ma'in)Editor: Zakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *