banner 970x250

Banjir Bandang Terjang Sitaro, 16 Orang Tewas

Ket. Foto : Banjir bandang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan signifikan. (Dok. Pribadi)

Sitaro, Timursulawesi.id – Banjir bandang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan signifikan. Bencana hidrometeorologi tersebut terjadi pada Senin (5/1/2026) dini hari akibat hujan berintensitas tinggi.

Berdasarkan rilis resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Hingga Selasa (6/1/2026) pukul 14.00 WIB, tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

banner 728x90

Selain korban jiwa, ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko lanjutan. BNPB mencatat, dari total korban meninggal dunia, lima orang telah berhasil diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses pendataan.

Berita lainnya :  Parigi Moutong Gelar O2SN dan FLS3N, Diikuti 391 Siswa SD

Di sisi lain, sebanyak 22 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di puskesmas setempat. Dua korban dengan kondisi lebih serius dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Jumlah pengungsi sementara tercatat mencapai sekitar 682 jiwa. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berjalannya proses pendataan di lapangan.

BNPB menjelaskan, banjir bandang dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Sitaro sejak dini hari. Luapan air sungai terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 02.30 WITA dan menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah.

Berita lainnya :  Parigi Moutong Dorong Inovasi Peternakan Lewat Peluncuran Program 2025

Empat kecamatan terdampak dalam peristiwa ini, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Wilayah terdampak mencakup dua kelurahan dan enam desa dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Dari sisi kerusakan fisik, tercatat tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah mengalami rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Selain itu, sejumlah akses jalan terputus, serta beberapa kantor dan infrastruktur umum dilaporkan mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil hingga kini masih terus berlangsung.

Dalam penanganan darurat, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta relawan. Upaya difokuskan pada pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan logistik.

Berita lainnya :  Bappelitbangda Parimo Pacu Kolaborasi OPD Wujudkan Program Makan Bergizi

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 5 hingga 18 Januari 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026.

Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif. BNPB bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Sulawesi Utara.

Penulis: (*/Ma'in)Editor: Zakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *