Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Sejumlah tokoh eksponen Gerakan Masyarakat Peduli Pemekaran (Gemppar) Kabupaten Parigi Moutong kembali menggelar pertemuan guna menyamakan persepsi demi masa depan daerah hari ini dan akan datang.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Pusdalops BPBD Parigi Moutong pada Senin, 6 April 2026 itu, dihadiri langsung Ketua Gemppar, Awalunsyah Passau, bersama sejumlah tokoh lainnya seperti Hamzah Tjakunu, Arifin Lamalindu, Kamiludin Passau, Fuad Badjeber, Sukri Tjakunu, Karama Musu Passau, Ajad, Marzuk Hululo, Ashar Badja, Usman Yamin dan beberapa perwakilan generasi muda.
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen para tokoh pemekaran yang selama ini telah berjuang dengan pengorbanan besar, baik materi, tenaga, maupun pemikiran, hingga akhirnya Kabupaten Parigi Moutong resmi dimekarkan pada 10 April 2002.
Dalam pertemuan tersebut, para tokoh menilai sudah saatnya pemerintah daerah memberikan apresiasi nyata kepada para pelaku sejarah pemekaran. Mereka menegaskan, tanpa perjuangan para tokoh, kondisi daerah tidak akan seperti yang dirasakan saat ini.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk membangun monumen atau prasasti sebagai simbol penghormatan atas jasa para tokoh pemekaran. Hingga memasuki usia ke-24 tahun, dinilai belum ada bentuk penghargaan resmi yang diberikan kepada para pelaku sejarah tersebut.
Tak hanya soal penghargaan, pertemuan ini juga membahas pentingnya peran aktif tokoh pemekaran dalam mengawal pembangunan daerah. Mereka menekankan perlunya keterlibatan yang inklusif dengan mengedepankan prinsip meritokrasi.
Para tokoh berharap pemerintah daerah dapat terus bersinergi dengan mereka dalam merumuskan arah pembangunan Parigi Moutong ke depan, demi terciptanya pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.















