PARIGI MOUTONG, Timursulawesi.id — Menjelang penyaluran bantuan pangan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan seluruh kebutuhan warga terpenuhi dengan kualitas terbaik. Wakil Bupati H. Abdul Sahid melakukan inspeksi langsung ke Gudang Bulog Olaya dan Gudang Bulog Tolai, Selasa (31/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wabup didampingi Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah Jusri, serta unsur Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan hingga kualitas bahan pangan yang akan disalurkan.
Hasilnya, sebanyak 72.603 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipastikan akan menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dalam kondisi layak konsumsi.
“Setelah kami cek bersama tim dari Kejari, Polres, dan Bulog, semuanya tersedia dengan baik dan memenuhi standar. Kami ingin memastikan masyarakat menerima haknya dengan kualitas yang layak,” ujar Abdul Sahid.
Tak hanya soal kualitas, Wabup juga memberi perhatian serius pada proses distribusi di lapangan. Ia mengingatkan para petugas agar menyalurkan bantuan secara objektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, masih terdapat keluhan masyarakat terkait penerima bantuan yang dinilai tidak tepat, terutama karena faktor kedekatan atau hubungan kekerabatan.
“Saya minta petugas benar-benar selektif. Lihat dengan mata hati siapa yang berhak menerima. Jangan sampai ada praktik ‘sistem kekeluargaan’ dalam penyaluran bantuan,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, menjelaskan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari prosedur wajib sebelum distribusi dilakukan hingga ke tingkat desa. Ia menekankan pentingnya peran perangkat desa dalam menjaga transparansi.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, program ini juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di pasaran. Dengan adanya bantuan, beban pengeluaran masyarakat dapat berkurang sehingga tekanan permintaan terhadap pasar ikut menurun.
“Program ini direncanakan berlangsung empat kali dalam setahun, namun bisa bertambah sesuai kebijakan pemerintah pusat. Di daerah, kami memastikan koordinasi berjalan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Jusri.
Dengan pengawasan ketat tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap penyaluran bantuan pangan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi bukti kehadiran negara dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.















