Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Keterbatasan kemampuan fiskal menjadi tantangan krusial yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, saat memaparkan laporan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD, Senin (30/03/2026).
Ia menyebutkan, proyeksi pendapatan daerah tahun 2027 diperkirakan mencapai Rp1,76 triliun.
Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan belanja daerah, meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, hingga belanja transfer.
“Seluruh usulan yang masuk, baik dari pokok-pokok pikiran DPRD maupun hasil Musrenbang, akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelas Irwan.
Ia mengungkapkan adanya pergeseran tren usulan pembangunan pada tahun 2027. Usulan yang bersumber dari pokok-pokok pikiran DPRD tercatat lebih besar dibandingkan usulan yang berasal dari Musrenbang masyarakat.
Di sisi lain, sektor infrastruktur masih mendominasi prioritas pembangunan. Hal ini terlihat dari banyaknya usulan yang masuk ke Dinas Pekerjaan Umum.
Irwan juga menyoroti ketimpangan jumlah usulan antar kecamatan, yang mencerminkan belum meratanya tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan partisipasi publik sekaligus memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Parigi Moutong.
“Ini menjadi catatan penting agar ke depan partisipasi masyarakat bisa lebih merata dan pembangunan benar-benar dirasakan di semua wilayah,” pungkasnya.















