Example floating
Example floating
Example 970x250
Daerah

Sekda Parigi Moutong Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

×

Sekda Parigi Moutong Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, menegaskan tidak ada pihak mana pun yang diberi mandat oleh pemerintah daerah untuk menjanjikan jabatan, apalagi melakukan praktik menyimpang seperti jual beli jabatan. (Dok. Diskominfo Parimo)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, menegaskan tidak ada pihak mana pun yang diberi mandat oleh pemerintah daerah untuk menjanjikan jabatan, apalagi melakukan praktik menyimpang seperti jual beli jabatan.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin apel Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran, yang digelar di Kantor Bupati Parigi Moutong, Rabu pagi (25/03/2026).

Dalam arahannya, Zulfinasran mengingatkan ASN agar tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang mengatasnamakan pejabat tertentu dengan iming-iming jabatan, terutama posisi kepala sekolah (kepsek). Ia memastikan, segala bentuk janji jabatan yang disertai permintaan imbalan merupakan tindakan tidak benar.

Berita lainnya :  Pemda Parigi Moutong dan Kejati Sulteng Tanam Jagung

“Tidak ada yang diutus. Jika ada pihak yang menjanjikan jabatan atau meminta imbalan tertentu, itu tidak benar. Segera laporkan, lengkap dengan identitasnya,” tegasnya.

Ia juga mendorong ASN untuk berani melaporkan setiap indikasi praktik tersebut. Menurutnya, setiap laporan akan ditindaklanjuti secara serius dan disertai sanksi tegas tanpa kompromi, baik bagi pemberi maupun penerima.

“Jika ada yang memberi ataupun menerima, akan diberikan konsekuensi semaksimal mungkin. Saya akan menyampaikan langsung kepada pimpinan untuk ditindak tegas,” ujarnya.

Berita lainnya :  3.527 PPPK Resmi Diangkat, Parigi Moutong Tambah Kekuatan ASN

Zulfinasran menekankan, praktik semacam itu tidak hanya mencederai integritas birokrasi, tetapi juga tidak pernah menjadi kebijakan atau arahan pimpinan daerah, baik Bupati maupun Wakil Bupati.

Ia juga meluruskan informasi yang beredar terkait dugaan adanya pihak yang menjanjikan jabatan kepala sekolah dengan imbalan uang. Menurutnya, kabar tersebut tidak benar dan berpotensi menimbulkan keresahan.

“Sudah ada laporan yang beredar, bahkan mencatut nama jabatan tertentu. Itu dipastikan tidak benar. Jangan sampai hal ini menjadi bola liar di tengah masyarakat dan ASN,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Zulfinasran mengajak seluruh ASN untuk tetap berpegang pada aturan kepegawaian, khususnya Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), sebagai dasar utama dalam menjalankan tugas.

Berita lainnya :  Bupati Tegaskan Pengelolaan Bantuan Pertanian Harus Transparan dan Optimal

Ia optimistis ASN di Parigi Moutong tetap profesional dan taat terhadap ketentuan yang berlaku.

Menutup arahannya, di momen pasca Idulfitri, ia turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Atas nama pribadi, saya mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya di bidang kepegawaian, terdapat kekhilafan. Semoga kita semua kembali bekerja dengan semangat baru dan hati yang bersih,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *