Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahSosbud,

Pawai Obor Semarakkan Idulfitri, Perkuat Karakter Generasi Muda Desa

×

Pawai Obor Semarakkan Idulfitri, Perkuat Karakter Generasi Muda Desa

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Cahaya obor yang berpendar di sepanjang jalan Desa Parigimpu’u menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026). (Dok. Pribadi)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Cahaya obor yang berpendar di sepanjang jalan Desa Parigimpu’u menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026). Ratusan anak-anak dan remaja berjalan kaki sambil mengumandangkan takbir, menciptakan harmoni religi yang menggugah kebersamaan warga.

Pawai obor tersebut menempuh rute dari Dusun 1 hingga Dusun 3 dengan jarak kurang lebih satu kilometer. Sepanjang perjalanan, para peserta dengan penuh antusias membawa obor sambil melantunkan takbir, menjadikan malam itu terasa hidup dengan nuansa keagamaan yang kental.

Berita lainnya :  Pemadaman Karhulta di Desa Avolua Masih Manual, Bupati Parimo Turun Langsung Meninjau

Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga tampak memadati sisi jalan desa untuk menyaksikan iring-iringan pawai yang dipenuhi semangat kebersamaan dan kegembiraan menyambut hari kemenangan.

Ketua panitia, Abdul Gafur, menyampaikan bahwa pawai obor telah menjadi tradisi tahunan sejak tahun 2008 dan memiliki nilai emosional yang kuat bagi masyarakat setempat. Menurutnya, kegiatan ini seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Desa Parigimpu’u.

Berita lainnya :  Parigi Moutong Raih Peringkat Kedua Aksi Penurunan Stunting Terbaik se-Sulteng

“Ini sudah menjadi rutinitas kami. Rasanya belum lengkap perayaan Idulfitri tanpa pawai obor,” ungkapnya saat ditemui di sela kegiatan.

Lebih dari sekadar tradisi, Abdul Gafur menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter generasi muda. Selama bulan Ramadan, pihaknya turut menggelar pesantren kilat sebanyak dua kali sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan anak-anak dan remaja.

Melihat tingginya antusiasme peserta, panitia berencana menjadikan pesantren kilat sebagai agenda tetap tahunan dengan durasi tiga hari, menyasar remaja hingga anak usia Sekolah Dasar. Ia pun berharap Remaja Islam Masjid (Risma) dapat terus melanjutkan kegiatan positif ini sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.

Berita lainnya :  Wabup Tinjau Banjir Balinggi, Ratusan Warga Mengungsi

Pawai obor yang melibatkan tiga dusun tersebut berakhir dengan tertib dan penuh makna, menjadi simbol dimulainya hari kemenangan dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang semakin kokoh di tengah masyarakat Desa Parigimpu’u.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *