JAKARTA, Timursulawesi.id – Perjalanan karier Supratman Andi Agtas menjadi salah satu kisah inspiratif di Kabinet Merah Putih. Sosok yang kini dipercaya menjabat Menteri Hukum Republik Indonesia itu ternyata memulai pengabdiannya sebagai dosen yang mengajar hukum di ruang kuliah.
Penunjukan Supratman oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan perspektif akademik dalam penataan regulasi dan reformasi hukum nasional.
Lahir di Soppeng pada 28 September 1969, Supratman telah lama berkecimpung di dunia hukum. Jauh sebelum dikenal sebagai politikus nasional, ia merupakan dosen di Universitas Tadulako, Palu, yang mengabdikan diri mengajar mahasiswa hukum.
Pengalaman akademiknya membentuk cara berpikir yang analitis dan sistematis. Di ruang kuliah, ia dikenal sebagai pengajar yang tekun membedah teori hukum sekaligus menanamkan pemahaman kritis kepada mahasiswa.
Tak berhenti di dunia akademik, Supratman juga meniti karier sebagai advokat profesional. Perpaduan antara pengalaman akademik dan praktik hukum di lapangan membuatnya dikenal sebagai sosok yang cermat, tenang, serta teliti dalam membaca persoalan hukum.
Karier politiknya mulai menanjak ketika ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mewakili daerah pemilihan Sulawesi Tengah selama dua periode, yakni 2014 hingga 2024. Sebagai kader Partai Gerindra, Supratman dipercaya menjabat Ketua Badan Legislasi DPR RI.
Di posisi tersebut, ia berperan dalam proses pembahasan dan penyusunan berbagai rancangan undang-undang strategis. Kepiawaiannya merumuskan pasal-pasal hukum yang lebih sederhana dan mudah dipahami menjadi salah satu ciri kepemimpinannya di Baleg.
Kesuksesan Supratman juga tercermin dalam lingkungan keluarganya. Putranya, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dari Sulawesi Tengah dan kini menjabat Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
Kehadiran ayah dan anak di jajaran pimpinan lembaga negara menjadi gambaran kuatnya nilai pendidikan, integritas, dan pengabdian yang tertanam dalam keluarga tersebut.
Kini, sebagai Menteri Hukum, Supratman membawa visi untuk memperkuat reformasi hukum di Indonesia. Fokusnya tidak hanya pada pembentukan regulasi, tetapi juga memastikan sistem hukum mampu memberikan kepastian, perlindungan, serta keadilan bagi masyarakat.
Perjalanan Supratman dari dosen di ruang kuliah hingga memegang jabatan strategis di pemerintahan menjadi bukti bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dan pengabdian publik dapat membuka jalan menuju peran yang lebih besar bagi negara.














