Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahPolitik

Fraksi Gerindra DPRD Parimo Dukung Pembangunan Makorem, Namun Minta Lokasi Dikaji Ulang

×

Fraksi Gerindra DPRD Parimo Dukung Pembangunan Makorem, Namun Minta Lokasi Dikaji Ulang

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Faisan Lelo Badja Ketua Fraksi Gerindra DPRD Parigi Moutong. (Dok. Ipal)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Rencana pembangunan Markas Komando Resort Militer (Makorem) 132/Tadulako di Parigi memantik respons politik. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut, namun meminta pemerintah daerah cermat menentukan lokasi agar tidak berbenturan dengan kawasan strategis lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Faisan, Selasa (03/03/2026). Menurutnya, Fraksi Gerindra pada prinsipnya menyambut baik kehadiran Makorem sebagai langkah memperkuat sistem pertahanan dan keamanan di Sulawesi Tengah, khususnya Parigi Moutong.

“Kami dari Fraksi Gerindra DPRD Parigi Moutong pada dasarnya sangat mendukung pembangunan Makorem 132/Tadulako. Ini penting untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan daerah,” ujar Faisan.

Berita lainnya :  Di Duga Kuat Kades Ranomaisi Monopoli Kekuasaan, Tanpa Mengindahkan Aparatnya dan Masyarakat

Meski mendukung, Faisan mengingatkan agar Bupati Parigi Moutong mempertimbangkan secara matang lokasi yang telah ditinjau. Ia menekankan pentingnya kajian komprehensif agar pembangunan Makorem tidak mengganggu kawasan yang sudah memiliki peruntukan khusus dalam rencana tata ruang.

“Kami hanya meminta agar lokasi yang dipilih benar-benar dikaji secara komprehensif. Jangan sampai pembangunan Makorem justru mengganggu kawasan yang sudah memiliki peruntukan khusus,” tegasnya.

Menurut Faisan, terdapat sejumlah alternatif lokasi yang dinilai lebih strategis dan representatif, seperti kawasan jalur dua di Desa Pombalowo, Olaya, dan Boyantongo. Wilayah tersebut dianggap memiliki akses memadai serta tidak berbenturan dengan zona pengembangan lain yang telah direncanakan sebelumnya.

Berita lainnya :  BRIDA Sulteng Dorong OPD Kembangkan Inovasi Lewat Program Kampung Berani

“Kawasan jalur dua di Pombalowo, Olaya, dan Boyantongo menurut kami sangat strategis. Aksesnya bagus dan tidak mengganggu zona pengembangan yang sudah direncanakan sebelumnya,” jelasnya.

Faisan turut menyoroti kawasan Sail Tomini yang dikenal sebagai area pengembangan pariwisata di Parigi Moutong. Ia menilai kawasan tersebut harus tetap dijaga dan dikembangkan sesuai visi besar pembangunan sektor pariwisata daerah.

Sementara itu, Desa Jono Kalora disebutnya sebagai kawasan sport center yang menjadi pondasi pembangunan olahraga di daerah tersebut. Kawasan ini, kata Faisan, merupakan legacy dari kepemimpinan Longki Djanggola dan Samsurizal Tombolotutu yang telah meletakkan dasar pengembangan olahraga di Parigi Moutong.

Berita lainnya :  DPC PKB Parigi Moutong, Menggelar Dialog dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat

“Jono Kalora itu adalah kawasan sport center yang sudah dirintis sejak kepemimpinan Pak Longki Djanggola dan Pak Samsurizal Tombolotutu. Itu pondasi pembangunan olahraga kita, jadi perlu dipertimbangkan dengan bijak,” ujarnya.

Faisan berharap Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dapat mengambil keputusan terbaik dengan mempertimbangkan aspek tata ruang, keberlanjutan pembangunan, serta arah kebijakan jangka panjang daerah.

“Kita ingin pertahanan kuat, pariwisata tetap berkembang, dan olahraga terus maju. Semua bisa berjalan seimbang jika direncanakan dengan matang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *