Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Sehari jelang pembukaan Pasar Ramadhan, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase turun langsung memastikan kesiapan lokasi di Pasar Baru Sentral Parigi, Rabu (18/02/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk menjamin seluruh fasilitas pendukung siap digunakan saat pasar resmi beroperasi, Kamis, 19 Februari 2026.
Didampingi Wakil Bupati Abdul Sahid, Bupati mengecek sarana dan prasarana yang telah disiapkan pemerintah daerah. Sebanyak 23 tenda telah dipasang untuk menampung para pedagang yang akan meramaikan Pasar Ramadan selama bulan suci.
Dalam keterangannya, Erwin Burase menegaskan Pasar Ramadan bukan sekadar pusat transaksi musiman, tetapi juga momentum untuk membenahi tata kelola pedagang agar lebih tertib dan terorganisir.
“Di momen ini kita tertibkan dulu, karena masih banyak penjual yang belum teratur. Pedagang yang berjualan di atas trotoar harus dialihkan ke tempat yang sesuai,” tegasnya.
Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana pasar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pedagang maupun masyarakat yang berburu menu berbuka puasa. Antusiasme pelaku usaha terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah menjelang hari pembukaan.
Turut mendampingi dalam peninjauan itu, Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, unsur Forkopimda, Kepala Bappelitbangda, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo, serta Kepala Bagian Prokopim.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap kehadiran Pasar Ramadan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal, sekaligus membuka peluang rezeki yang lebih luas selama bulan penuh berkah.
Pemkab juga mengajak seluruh pedagang menjaga ketertiban dan kebersihan area pasar. Masyarakat pun diimbau memanfaatkan Pasar Ramadan sebagai pusat belanja kebutuhan berbuka dan sahur, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di daerah dan memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Pasar Ramadan diharapkan menjadi ruang silaturahmi, pusat pertumbuhan ekonomi, serta simbol tertibnya tata kelola pasar di Kabupaten Parigi Moutong.








