Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Ribuan pasang mata memadati Lapangan Maritim Jaya, Desa Sigenti Selatan, saat partai final Turnamen Sepak Bola Piala Kaka Baju Hitam resmi ditutup, Senin (16/02/2026). Laga puncak yang berlangsung sengit itu menjadi penanda berakhirnya turnamen bergengsi yang sukses menggairahkan atmosfer sepak bola lokal di Parigi Moutong.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja, secara resmi menutup turnamen yang memperebutkan Piala Kaka Baju Hitam, Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
Pada partai final, Dusunan Barat tampil perkasa dengan menundukkan Badai Timur FC dengan skor meyakinkan 5-1. Pertandingan berlangsung seru dan penuh semangat sportivitas, disaksikan ribuan penonton yang memadati area lapangan sejak awal laga.
Turnamen semakin semarak dengan total bonus sebesar Rp100 juta yang difasilitasi langsung oleh Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman. Dukungan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen dalam pembinaan dan pengembangan sepak bola di Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam sambutannya, Faisan Lelo Badja mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan turnamen hingga partai final berjalan aman dan lancar. Ia menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
“Sepak bola merupakan ajang silaturahmi. Menang dan kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga sportivitas dan kebersamaan,” ujar Lelo.
Ia juga memberi motivasi kepada tim yang belum berhasil meraih gelar juara agar tetap menjaga kekompakan dan menjadikan turnamen ini sebagai pemacu semangat untuk berlatih lebih keras ke depan.
Selain itu, Lelo menyampaikan terima kasih kepada panitia, perangkat pertandingan, sponsor, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat berjalan sukses. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dalam setiap event olahraga di daerah kita,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Lelo juga menyampaikan permohonan maaf dari Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, yang belum sempat hadir pada penutupan turnamen. Menurutnya, ketidakhadiran tersebut disebabkan adanya agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan.
“Beliau menitipkan salam hangat untuk seluruh panitia dan peserta. Karena ada agenda kenegaraan yang tidak bisa ditinggalkan, maka beliau belum bisa bersama-sama kita pada penutupan Turnamen Kaka Baju Hitam ini,” ujar Lelo.
Turnamen Kaka Baju Hitam diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola lokal sekaligus wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan menumbuhkan semangat sportivitas di Kabupaten Parigi Moutong.








