Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Jajaran Bidang Pembukuan dan Pelaporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Parigi Moutong terus disibukkan dengan dokumen dan laporan keuangan. Sabtu, 14 Februari 2026, mereka menerima kunjungan Tim Audit dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) Perwakilan Sulawesi Tengah dalam rangka pemeriksaan rutin.
Bertempat di Ruang Pemeriksaan Kantor Bupati Parigi Moutong pukul 10.00 WITA, suasana berlangsung khidmat namun tetap penuh semangat. Bagi insan pembukuan, momentum ini bukan soal perayaan, melainkan memastikan setiap angka debit dan kredit tersaji akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Bidang Pembukuan dan Pelaporan, Esly Eviyane, S.Sos, menjelaskan bahwa kehadiran tim merupakan tindak lanjut instruksi Kepala Bapenda yang disampaikan melalui Sekretaris Badan di grup WhatsApp pejabat internal. Seluruh jajaran diminta hadir tepat waktu, membawa laptop, serta Berita Acara Rekonsiliasi dengan Bendahara Penerimaan guna memastikan kesesuaian saldo akun pajak daerah.
“Dalam audit, yang terpenting adalah kesiapan data dan kemampuan menjelaskan setiap selisih dengan jelas dan logis,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Kepala Sub Bidang dan staf Pembukuan dan Pelaporan. Bahkan, salah satu anggota Tim Audit BPK turut meninjau langsung ruangan bidang untuk memudahkan proses pemeriksaan.
Diketahui, pemeriksaan ini merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka Audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan pelaksanaan APBD tahun sebelumnya. Proses berjalan normal, profesional, dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Di tengah pemeriksaan, suasana sempat mencair ketika Plt. Kasubid Pembukuan dan Pelaporan Pajak Daerah, Fatmawati Yotto, SE, berseloroh setelah dipanggil Tim BPK dengan sebutan “Ibu MBLB”, merujuk pada akun pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang kerap ia tangani. Canda ringan tersebut menjadi penyeimbang di tengah seriusnya pembahasan angka-angka laporan.
Sementara Kepala Bapenda Parigi Moutong, Mohammad Yasir berharap seluruh bidang semakin proaktif dalam menyiapkan data dan dokumen pendukung, tanpa menunggu teguran saat audit berlangsung. Kesiapan administrasi diharapkan menjadi budaya kerja yang berkelanjutan, bukan hanya rutinitas musiman.
Melalui pemeriksaan ini, pengelolaan pendapatan daerah, khususnya pajak daerah, diharapkan semakin tertib, transparan, dan akuntabel. Bagi jajaran pembukuan, komitmen terhadap pekerjaan dibuktikan bukan lewat slogan, melainkan melalui laporan yang rapi dan saldo yang sesuai.








