banner 970x250
Daerah  

Bapenda Parigi Moutong Gencar Tagih Tunggakan PBB-P2 Desa

Ket. Foto : Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Bapenda) terus menggencarkan penagihan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di wilayah eks Kecamatan Parigi. (Dok. Pribadi)

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Bapenda) terus menggencarkan penagihan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di wilayah eks Kecamatan Parigi. Melalui Sub Bidang Penagihan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, baru-baru ini tim turun langsung ke desa-desa untuk memastikan setoran pajak tercatat akurat dan transparan.

Langkah ini tidak sekadar menagih tunggakan. Petugas juga melakukan konfirmasi, validasi, dan pencocokan data desa yang telah menyetor PBB-P2 secara kolektif, tetapi belum menyerahkan Daftar Penerimaan Harian (DPH) maupun daftar Nomor Objek Pajak (NOP) untuk diinput ke dalam sistem SMARTGOV.

banner 728x90

Rizki Dermawanti, staf Sub Bidang Penagihan yang akrab disapa Khiki, menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat tugas pimpinan disertai arahan teknis yang jelas.

Berita lainnya :  Bupati Parigi Moutong Tegaskan Jabatan ASN Bukan Hak

“Kami mencocokkan realisasi penerimaan PBB-P2 setiap desa berdasarkan laporan nilai uang yang masuk di rekening penampung maupun Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dengan data yang sudah diinput pada aplikasi SMARTGOV. Jika ada selisih, terutama ketika jumlah uang masuk lebih besar dibanding data di aplikasi, maka itu kami konfirmasi ke petugas pemungut atau kepala desa,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan tidak ada data penerimaan yang terlewat, sekaligus mendorong tertib administrasi di tingkat desa.

Sementara itu, Selfianti A. Daud atau Mama Keyra menyebutkan, timnya telah menyambangi sejumlah desa di Kecamatan Parigi Utara dan Parigi Kota, yakni Desa Toboli, Desa Toboli Barat, Desa Pangi, Desa Bambalemo, serta Kelurahan Kampal.

Berita lainnya :  Komda Alkhairaat Parigi Moutong, Gelar Sholat Istisqa Hadapi Kemarau Ekstrem

Kunjungan tersebut difokuskan untuk mendorong pihak desa dan kelurahan segera merekap NOP atau menyusun daftar wajib pajak yang telah membayar, namun status pelunasannya belum tercatat di sistem.

“Kami minta data segera disiapkan agar bisa langsung kami tindak lanjuti dengan penginputan di SMARTGOV,” tegasnya.

Di Kecamatan Parigi Selatan, Abdul Majid atau Kaka Aril bersama tim telah mengunjungi Desa Sumber Sari dan Desa Dolago Padang. Ia menargetkan seluruh data desa rampung sebelum bulan Ramadhan.

“Kami berharap sebelum Ramadhan semua data sudah terkumpul. Saat bulan puasa nanti, kami bisa fokus input data di kantor tanpa harus turun lapangan. Bahkan di hari libur atau malam hari, kami tetap berkomunikasi dengan pihak desa,” katanya.

Berita lainnya :  Faisan Badja: Tegaskan Cabor Atletik Salah Satu Penyumbang Medali Terbanyak

Senada, Fatnun yang bertugas bersama Zein Putia berharap seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu. Upaya ini, kata dia, tidak hanya untuk menjamin akurasi data pada aplikasi SMARTGOV Bapenda, tetapi juga untuk mendukung pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah yang tengah mengaudit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2025.

Melalui penagihan yang dibarengi validasi dan rekonsiliasi data ini, Bapenda Parigi Moutong menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sinergi antara petugas dan pemerintah desa diharapkan mampu mempercepat penyelesaian tunggakan, menertibkan administrasi, serta menghadirkan data pajak yang akurat dan akuntabel hingga tingkat desa dan kelurahan.

Penulis: (Ma'in)Editor: Zakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *