Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan kesiapan penuh untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Dukungan personel dari jajaran Korem akan dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan, seiring meningkatnya ancaman kebakaran dalam beberapa hari terakhir.
Danramil Parigi sekaligus Perwira Penghubung (Pabung) Parigi Moutong, Kapten Armed Putu Sujaya, mengungkapkan bahwa Korem telah menginstruksikan jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Dalam rencana tersebut, TNI menyiapkan kekuatan personel minimal 30 orang hingga maksimal 60 orang yang siap diterjunkan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penambahan pasukan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan juga melaporkan kepada Bupati Parigi Moutong. Personel akan diterjunkan setelah perlengkapan pendukung dinyatakan siap. Untuk urusan perlengkapan, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah, sehingga kami tidak bisa memastikan waktunya,” ujar Putu Sujaya.
Ia menegaskan, fokus utama TNI adalah membantu pemadaman titik-titik api yang terus bermunculan dalam beberapa hari terakhir, guna mencegah kebakaran meluas dan membahayakan masyarakat.
Selama empat hari terakhir, sekitar 10 personel TNI bersama BPBD dan petugas pemadam kebakaran telah berjibaku memadamkan api, baik siang maupun malam hari.
“Kami tidak masuk pada penentuan penyebab kebakaran. Tugas kami adalah memadamkan api. Jika titik api terus bertambah, kami siap menambah kekuatan personel di wilayah Parigi Moutong,” jelasnya.
Putu Sujaya menambahkan, TNI akan terus menyesuaikan jumlah personel yang diterjunkan dengan perkembangan situasi dan tingkat eskalasi kebakaran di lapangan.








