Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Sekretaris Daerah, Zulfinasran, turun langsung meninjau titik sumber kebakaran di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dan Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan paling mendesak agar kebakaran tidak semakin meluas.
Dari hasil pantauan langsung, pemerintah daerah menilai diperlukan langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi untuk mengendalikan api di wilayah terdampak. Berdasarkan evaluasi di lokasi, Zulfinasran menyampaikan bahwa proses pemadaman akan dilakukan dengan skema sistem riley.
Metode ini dipilih untuk memaksimalkan distribusi air, terutama ke area-area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
“Penanganan akan kita lakukan dengan sistem riley, memanfaatkan mobil tangki air, armada pemadam kebakaran, serta alkon sebagai alat dropping air ke titik api,” ujar Zulfinasran.
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah daerah akan mengerahkan sejumlah armada tambahan. Tiga unit mobil tangki air milik Cikasda akan diperbantukan bersama tiga unit mobil pemadam kebakaran, serta dua unit mobil tangki air milik Dinas PUPRP Kabupaten Parigi Moutong.
“Seluruh armada ini akan bekerja secara terpadu agar suplai air di lapangan tetap terjaga dan pemadaman bisa berjalan berkesinambungan,” jelasnya.
Selain dukungan peralatan, keterlibatan lintas unsur juga menjadi fokus utama dalam penanganan karhutla. Zulfinasran menegaskan bahwa pengendalian kebakaran akan melibatkan berbagai pihak untuk mempercepat proses pemadaman.
“Kami akan melibatkan unsur Damkar, Tagana, FPRB, komunitas pencinta alam, Satpol PP, aparat desa, aparat kecamatan, TRC BPBD, serta masyarakat setempat,” tegasnya.
Ia menilai, partisipasi aktif masyarakat menjadi kekuatan penting, terutama untuk menjangkau area rawan yang tidak bisa dilalui kendaraan besar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keterlibatan warga, pemerintah daerah juga menyiapkan 400 unit alat semprot milik petani. Alat tersebut akan dioperasikan langsung oleh warga dengan jumlah personel yang sama.
“Gotong royong menjadi kunci utama. Dengan keterlibatan semua unsur, kita harapkan api bisa segera dikendalikan dan dampaknya dapat diminimalisir,” pungkasnya.








