banner 970x250
Daerah  

Pemprov Sulteng Matangkan Kunjungan Menteri Transmigrasi ke Parimo

Ket. Foto : Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai mematangkan seluruh persiapan menyambut rencana kunjungan kerja Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Kesiapan daerah tersebut dipaparkan langsung Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, kepada Gubernur Sulawesi Tengah dalam rapat koordinasi di Kota Palu. (Dok. Pribadi)

Palu, Timursulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mulai mematangkan seluruh persiapan menyambut rencana kunjungan kerja Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Kesiapan daerah tersebut dipaparkan langsung Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, kepada Gubernur Sulawesi Tengah dalam rapat koordinasi di Kota Palu.

Rapat yang digelar di ruang kerja Gubernur Sulawesi Tengah itu dipimpin langsung Gubernur Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Reny Lamadjido, dan dihadiri Bupati Erwin Burase bersama Sekretaris Daerah Zulfinasran serta jajaran perangkat daerah terkait, Senin (26 Januari 2026).

banner 728x90

Dalam pemaparannya, Bupati Erwin Burase menjelaskan bahwa agenda utama kunjungan Menteri Transmigrasi adalah menghadiri panen raya padi di kawasan transmigrasi Desa Kotanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu. Panen raya direncanakan berlangsung di lahan seluas 300 hektare dari total potensi 700 hektare lahan pertanian yang tersedia di wilayah tersebut.

Berita lainnya :  Babak Baru Bagi PAN Parigi Moutong Menetapkan Husen Mardjengi Sebagai Ketua

Selain panen raya padi, rombongan Menteri Transmigrasi dijadwalkan meninjau sejumlah lahan pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi Parigi Moutong, seperti durian, kakao, dan kelapa. Namun, untuk komoditas durian, kegiatan hanya bersifat simbolis karena belum memasuki masa panen.

“Untuk durian kemungkinan hanya peninjauan dan pemetikan simbolis, karena memang belum masuk masa panen. Sedangkan kakao dan kelapa akan dilakukan peninjauan,” ujar Bupati Erwin.

Berita lainnya :  HUT Banggai ke-65, Simbol Persaudaraan Antar Daerah

Bupati juga mengungkapkan bahwa kunjungan Menteri Transmigrasi akan mencakup kawasan transmigrasi nelayan di Desa Moyan. Kawasan seluas sekitar 1.000 hektare tersebut saat ini dihuni kurang lebih 75 kepala keluarga. Meski sejumlah fasilitas dasar seperti dermaga telah tersedia, kawasan ini masih membutuhkan dukungan dan perhatian lebih lanjut, khususnya dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Menanggapi pemaparan tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan data yang akurat serta memastikan kondisi lapangan tertata dengan baik. Ia juga menekankan agar penyambutan Menteri Transmigrasi dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan.

Berita lainnya :  Kajati Sulteng Hadiri Doa Adat HUT Kota Palu Ke-47

“Saya paham betul dengan Pak Menteri. Beliau orangnya santai, tidak perlu terlalu formal. Yang terpenting adalah substansi dan kejujuran kondisi di lapangan,” kata Anwar Hafid.

Menurut Gubernur, kunjungan kerja Menteri Transmigrasi menjadi momentum strategis untuk mendorong dukungan pembangunan, terutama dalam pengembangan infrastruktur dan penguatan kawasan ekonomi transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam rapat tersebut, turut dibahas kesiapan helipad di Desa Petunasugi, Kecamatan Bolano Lambunu, yang berjarak sekitar 2,2 kilometer dari lokasi panen raya, serta kondisi infrastruktur jalan di kawasan transmigrasi yang masih memerlukan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan dari pemerintah.

Penulis: (*/Ma'in)Editor: Zakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *