banner 970x250

Zolata Azim, Mimpi Besar Atlet Bulu Tangkis Parigi Moutong

Ket. Foto : Zolata Azim, Atlet yunior buluh tangkis Parigi Moutong, berhasil lolos audisi Club Champions Makassar dan meraih gold ticket. (Dok. Pribadi)

Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Selalu hadir dengan cahaya lembut yang menyentuh halaman rumah-rumah sederhana. Dari suasana itulah Zolata Azim tumbuh, seorang anak daerah yang menyimpan mimpi besar di dadanya mimpi yang kerap terasa lebih berat dari raket bulu tangkis yang ia genggam setiap hari.

Bagi Zolata, bulu tangkis bukan sekadar olahraga. Ia adalah bahasa harapan, cara paling jujur untuk menyampaikan keinginannya berprestasi di level nasional.

banner 728x90

Di lapangan sederhana, dengan garis yang mulai memudar dan fasilitas terbatas, Zolata mengulang pukulan demi pukulan, seolah sedang menuliskan masa depannya sendiri.

Berita lainnya :  Polda Sulteng Ungkap 40 Kg Sabu, Gubernur Serukan Perang Total Melawan Narkoba

Perjalanan itu tak selalu mudah. Di balik semangatnya, tersimpan cerita tentang keterbatasan ekonomi, minimnya sarana latihan, hingga pilihan hidup yang sering kali memaksa mimpi untuk bersabar lebih lama.

Ada hari-hari ketika lelah hampir mengalahkan keyakinan, dan harapan terasa rapuh. Namun, Zolata memilih bertahan.

Ia memahami betul bahwa menjadi atlet dari daerah menuntut daya juang berlipat. Setiap tetes keringat yang jatuh di lapangan menjadi bukti bahwa mimpi tidak pernah datang secara cuma-cuma, melainkan harus direbut dengan ketekunan dan disiplin.

Perjuangan itu perlahan berbuah hasil. Atlet putra bulu tangkis Parigi Moutong, Zolata Azim, putra dari Tegar Supresallam, berhasil lolos audisi Club Champions Makassar dan meraih gold ticket.

Berita lainnya :  Kajati Sulteng Terima Kunjungan Silaturahmi Kabinda

Pencapaian ini menjadi langkah penting yang membuka pintu menuju pembinaan serta persaingan di level yang lebih tinggi.

Bagi Zolata, keberhasilan tersebut bukan semata prestasi pribadi. Ia mempersembahkannya untuk kedua orang tuanya yang tak pernah lelah mengiringi langkahnya dengan doa, sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras dari daerah mampu bersaing di panggung yang lebih luas.

Lebih dari itu, Zolata membawa harapan Parigi Moutong. Ia ingin menunjukkan bahwa daerah bukanlah batasan, melainkan titik awal untuk meraih mimpi besar.

Berita lainnya :  Parigi Moutong Perkuat Sinergi Pelestarian Bahasa Daerah bersama Balai Sulteng

Lewat bulu tangkis, ia bertekad mengangkat nama tanah kelahirannya agar dikenal di kancah nasional.

Di luar lapangan, Zolata juga menyimpan cita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia percaya prestasi olahraga dan pendidikan harus berjalan beriringan, saling menguatkan demi masa depan yang lebih kokoh.

Kisah Zolata Azim adalah potret tentang mimpi, ketekunan, dan keberanian melawan keterbatasan. Dari Parigi Moutong, langkahnya mungkin masih kecil, namun setiap ayunan raketnya membawa pesan yang jelas: mimpi besar selalu menemukan jalannya, selama ada keyakinan untuk terus melangkah.

Penulis: (Ma'in)Editor: Zakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *