banner 970x250

Anggota DPRD Soroti Jalan Rusak Kotaraya, Tagih Janji Bupati

Ket. Foto : Keluhan masyarakat Desa Kotaraya, Kecamatan Mepanga, terkait kondisi jalan rusak parah mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Fraksi Partai Golkar, Imam Muslihun. (Dok. Timursulawesi.id)

Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Keluhan masyarakat Desa Kotaraya, Kecamatan Mepanga, terkait kondisi jalan rusak parah mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Fraksi Partai Golkar, Imam Muslihun. Persoalan tersebut disuarakan langsung dalam Rapat Paripurna DPRD Parigi Moutong, Senin (12/01/2026).

Di hadapan forum paripurna, Imam menyampaikan keresahan warga yang hingga kini masih menunggu realisasi janji Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, yang disampaikan pascapelantikan, bukan saat masa kampanye.

banner 728x90

“Kami minta ada OPD yang benar-benar menangani jalan ini. Masyarakat selalu bertanya, karena sudah dua kali pelaksanaan pembangunan di tempat lain. Sementara di kampung saya, nol kilometer,” ungkap Imam.

Berita lainnya :  Sinergi Pemda dan Forkopimda Jaga Stabilitas Parigi Moutong

Ia mempertanyakan ketimpangan pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah yang dinilai sudah terealisasi, sementara Desa Kotaraya justru tak tersentuh pembangunan.

“Kenapa di Lambunu, Taopa, dan Bolano bisa terealisasi? Sementara Kotaraya tidak ada sama sekali. Padahal itu sudah dijanjikan Pak Bupati,” tegasnya.

Menurut Imam, janji pembangunan jalan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati pada tahun 2025 dengan komitmen pelaksanaan di tahun 2026. Namun, alasan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat dinilai sulit dipahami oleh masyarakat di lapangan.

“Kita paham soal efisiensi anggaran dari pusat, tapi masyarakat tidak paham itu. Mereka hanya tahu janji dan realisasi,” ujarnya.

Berita lainnya :  Kejati Sulteng Terima Tim Inspeksi, Tekankan Transparansi Keuangan

Ia menambahkan, keluhan terkait kondisi jalan rusak terus disampaikan warga kepadanya sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV.

“Setiap waktu masyarakat bertanya kepada kami sebagai anggota DPRD. Karena itu, saya berharap kepada Pak Wakil Bupati yang hadir di tempat ini agar bisa berkoordinasi dengan Pak Bupati untuk menyikapi persoalan jalan Kotaraya yang kondisinya sudah sangat parah,” imbuhnya.

Imam menegaskan, pemerintah daerah sebenarnya tidak perlu lagi melakukan kunjungan lapangan, sebab kondisi kerusakan jalan di Kotaraya sudah diketahui secara luas.

“Tidak perlu lagi kunjungan ke Kotaraya, karena semua masyarakat sudah tahu jalan itu rusak parah,” katanya.

Berita lainnya :  Bupati Erwin Buka Gerakan Pangan Murah Jelang Nataru

Ironisnya, kondisi tersebut justru mendorong masyarakat melakukan penimbunan jalan secara swadaya menggunakan dana hasil urunan warga dan sejumlah organisasi sosial.

“Kemarin, alhamdulillah, beberapa organisasi mengumpulkan dana untuk menimbun jalan itu secara swadaya dari uang masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu organisasi yang terlibat aktif adalah kelompok pemancing kolam yang menginisiasi penggalangan dana. Imam menyebut, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp25 juta dan digunakan untuk menutup lubang-lubang jalan.

“Memang belum maksimal, tapi setidaknya lubang-lubang jalan bisa diratakan dulu. Kalau belum bisa diaspal, minimal itu yang bisa dilakukan,” pungkasnya.

Penulis: (Ma'in)Editor: Zakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *