Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menyalurkan bantuan sebanyak 10 unit mesin pompa air (alkon) kepada Karang Taruna Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.
Bantuan tersebut merupakan bantuan langsung dari Gubernur Sulawesi Tengah sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat pesisir, khususnya dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanganan situasi darurat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada Ketua Karang Taruna Kelurahan Bantaya, Moh Rifai Pakaya, dengan penanggung jawab pengelolaan berada di bawah koordinasi Lurah Bantaya.
Mesin pompa air alkon ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam pemberdayaan pemuda, serta dapat digunakan dalam berbagai situasi dan kondisi, termasuk saat terjadi keadaan darurat dan kebencanaan.
Kepala Bidang Kelembagaan Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tengah, Regina Aspira, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan produk berkualitas tinggi dan telah melalui proses seleksi.
“Bantuan ini adalah yang terbaik, bukan merek asal-asalan. Kualitasnya sudah terjamin karena memang ditujukan untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Regina, Sabtu (10/01/2025).
Menurutnya, Kelurahan Bantaya menjadi satu-satunya wilayah yang menerima bantuan kelembagaan berupa mesin pompa air alkon dari Gubernur Sulawesi Tengah pada kesempatan tersebut. Hal ini didasarkan pada kebutuhan wilayah yang dinilai mendesak, mengingat letak Kelurahan Bantaya yang berada di kawasan pesisir dan rawan bencana.
“Bantaya ini wilayahnya dekat laut, sehingga sangat membutuhkan peralatan pendukung untuk kesiapsiagaan bencana. Alhamdulillah, hari ini kami bisa bertemu langsung dengan Ketua Karang Taruna dan Pak Lurah untuk menyerahkan bantuan ini,” jelasnya.
Regina menambahkan, bantuan 10 unit mesin pompa air alkon tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam penanganan bencana, seperti banjir atau kondisi darurat lainnya.
“Kita semua berdoa semoga tidak ada bencana. Namun, jika sewaktu-waktu terjadi, setidaknya sudah tersedia alat yang bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.








