Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Parigi Moutong resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari 14 kecamatan. Pelantikan ini dipimpin langsung Ketua DPD NasDem Parimo, Sayutin Budianto, sebagai langkah strategis memperkuat mesin partai menuju pemilu mendatang.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan agenda reses Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Nilam Sari Lawira, yang juga merupakan anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah. Kehadiran legislator Senayan ini menambah bobot politik sekaligus semangat konsolidasi kader di tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Sayutin Budianto melaporkan bahwa pembentukan struktur kepengurusan NasDem di tingkat kecamatan telah rampung 100 persen. Dari total 23 kecamatan di Parigi Moutong, sebanyak 14 DPC mulai dari Kecamatan Sausu hingga Sidoan resmi dilantik pada tahap pertama. Sementara sembilan kecamatan lainnya dijadwalkan menyusul pada Januari mendatang.
“Setiap DPC diisi sembilan orang pengurus. Ini menjadi fondasi awal untuk menuntaskan misi besar memenangkan NasDem di Parigi Moutong,” tegas Sayutin.
Tak berhenti di tingkat kecamatan, NasDem Parimo juga menargetkan pembentukan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) di 283 desa dan kelurahan. Struktur akar rumput ini dipersiapkan sebagai saksi sekaligus motor penggerak utama partai pada pemilu mendatang.
Sayutin juga menekankan pentingnya loyalitas dan kepatuhan kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menginstruksikan seluruh pengurus, kader, hingga anggota DPRD Fraksi NasDem untuk tegak lurus mengikuti komando Ketua DPW.
“Sinergi antara struktur partai dan legislatif adalah kunci memperjuangkan aspirasi rakyat sekaligus memperkuat infrastruktur partai di setiap dapil,” ujarnya.
Ia optimistis NasDem dapat kembali merebut kemenangan di Parigi Moutong. “NasDem pernah menang pada 2019, dan meski di 2024 berada di posisi kedua, pada 2029 kemenangan itu harus kita rebut kembali. Loyalitas harus tunggal demi kejayaan partai,” katanya penuh semangat.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan ditutup dengan harapan besar agar momentum ini mampu membakar semangat kader dalam menggerakkan perubahan serta menguatkan agenda restorasi Indonesia di Bumi Parigata.








