Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahOlahraga

Menutup Pertandingan di Cabor Futsal Faisan Badja, Agar Tidak Tergiur Menjadi Pemain Transfer

×

Menutup Pertandingan di Cabor Futsal Faisan Badja, Agar Tidak Tergiur Menjadi Pemain Transfer

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Ketua KONI Parigi Moutong, Faisan Badja. (Dok. Humas KONI Parimo)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Faisan Badja, memberikan peringatan tegas kepada para pemain futsal agar tidak mudah tergiur tawaran dari luar daerah untuk menjadi pemain transfer. Peringatan itu ia sampaikan saat menutup pertandingan Cabang Olahraga Futsal pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) di Lapangan Futsal Toraranga Parigi, Selasa (25/11/2025).

Berita lainnya :  Dua Ribu Bibit Mangrove Ditanam, Selamatkan Pesisir

Faisan menilai, meski Porkab kali ini tidak diikuti seluruh kecamatan, antusiasme masyarakat terhadap futsal tetap tinggi. Baik kategori remaja maupun senior, seluruhnya menunjukkan semangat kompetitif yang mengesankan.

“Meskipun tidak diikuti semua kecamatan, Cabor futsal ini sangat diminati mulai dari remaja atau junior hingga senior,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan intensitas latihan sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Morowali. Menurutnya, persiapan matang adalah kunci agar Parigi Moutong dapat tampil lebih kuat pada ajang yang lebih besar.

Berita lainnya :  Polda Sulteng Bantah Tegas Isu Bekingi PETI Parigi Moutong

Kepada Askab PSSI Parigi Moutong, Faisan berpesan agar proses seleksi atlet Porprov dilakukan dengan cara profesional dan objektif.

“Seleksinya harus bijak, dan memprioritaskan atlet yang bagus,” tegasnya.

Faisan juga menolak keras adanya praktik pilih kasih dalam seleksi atlet. Menurutnya, kualitas harus menjadi pertimbangan utama.

Berita lainnya :  Wabup Parigi Moutong Gelar Bukber Perkuat Sinergi Daerah

“Tidak boleh pilih-pilih. Mau anaknya siapa atau ponakannya siapa, kalau kualitasnya tidak bagus tidak bisa diloloskan. Saya minta seleksi harus adil dan bijaksana,” tambahnya.

Ia berharap pesan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh insan futsal Parigi Moutong untuk terus meningkatkan kemampuan, sehingga mampu bersaing dan meraih prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *