banner 970x250
Daerah  

Kades Torue Sesalkan Penyegelan Kantor Desa Hingga Lumpuh Total

Ket. Foto : Pelayanan administrasi di Desa Torue lumpuh total setelah kantor desa disegel oleh sekelompok warga. (Dok. Ipal)

Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Pelayanan administrasi di Desa Torue lumpuh total setelah kantor desa disegel oleh sekelompok warga. Kepala Desa Torue, Kalma A. Mahmud, mempertanyakan dasar dan alasan aksi tersebut karena dinilai berlebihan dan merugikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Kalma menjelaskan, aksi sebelumnya hanya berupa penutupan akses sementara, sehingga pelayanan publik masih bisa berjalan. Namun kali ini penyegelan dilakukan sepenuhnya, membuat seluruh aktivitas administrasi terhenti.

banner 728x90

“Penyegelan yang dilakukan kali ini membuat pelayanan berhenti total. Padahal ada warga yang sedang mengurus dokumen penting seperti formulir N1 dan berkas lainnya,” ujar Kalma di Parigi Moutong, Rabu (12/11/2025).

Berita lainnya :  Kejati Sulteng, Terkesan Tutup Mata Terkait Dugaan Gratifikasi Dana Ratusan Juta Rupiah Pada Proyek Jalan di Parimo

Ia mengungkapkan bahwa pihak yang menyegel kantor desa mengklaim telah meminta izin kepada pemerintah kecamatan. Meski demikian, menurut Kalma, izin tersebut tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menghentikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau ingin menyampaikan aspirasi, seharusnya tetap ada batas. Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu apa-apa ikut dirugikan,” tegasnya.

Berita lainnya :  Sejati Cup 2025 Resmi Ditutup Bupati Parigi Moutong

Selain menghentikan pelayanan, Kalma juga menyoroti dugaan perusakan fasilitas kantor desa. Ia menyebut beberapa fasilitas seperti kamera CCTV dan pintu belakang kantor mengalami kerusakan setelah aksi berlangsung.

“Kami menemukan CCTV rusak dan pintu belakang kantor didobrak. Ini sudah bukan lagi aksi protes, tapi perusakan aset desa,” ungkapnya.

Berita lainnya :  Kajati Sulteng Kunjungi Parigi Moutong, Tegaskan Integritas dan Sinergi

Kalma meminta pihak kecamatan serta aparat keamanan segera turun tangan untuk menenangkan situasi dan memfasilitasi penyelesaian masalah agar kantor desa dapat beroperasi kembali.

“Yang paling penting sekarang bagaimana masyarakat bisa kembali mendapatkan pelayanan tanpa hambatan. Kami terbuka untuk dialog, asalkan tidak merugikan warga,” pungkasnya.

Penulis: (Ma'in)Editor: Zakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *