Example floating
Example floating
Example 970x250
Daerah

Pramuka Kembali Wajib di Sekolah, Parigi Moutong Siap Bergerak

×

Pramuka Kembali Wajib di Sekolah, Parigi Moutong Siap Bergerak

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Ketua Karateker Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Parigi Moutong, Ariesto, S.Pd., M.A.P., (Dok. Ipal)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id — Gerakan Pramuka kembali resmi menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah, kebijakan ini tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pendidikan karakter dan kemandirian peserta didik melalui kegiatan kepramukaan yang terarah.

Ketua Karateker Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Parigi Moutong, Ariesto, S.Pd., M.A.P., menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, pada Selasa, 4 November 2025.

Berita lainnya :  DPRD Parigi Moutong Ajukan Hak Angket Wabup Kontroversial

Acara ini dihadiri kurang lebih 208 peserta yang berasal dari seluruh SD di wilayah Kecamatan Tinombo Selatan hingga Moutong.

Menurut Ariesto, Pramuka memiliki posisi istimewa dibanding kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

“Hanya Pramuka yang secara khusus diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, dan kini diperkuat lagi melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025,” ujarnya.

Berita lainnya :  Hestiwati Nanga Erwin Pimpin PMI Parigi Moutong 2025–2030, Usung Lima Komitmen Kemanusiaan

Ia menegaskan, kegiatan kepramukaan bukan sekadar baris-berbaris atau perkemahan, tetapi sarana pembentukan karakter siswa agar berdisiplin, mandiri, serta memiliki rasa gotong royong dan cinta tanah air yang tinggi.

“Pramuka adalah wadah nyata pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, kita menumbuhkan generasi berintegritas, tangguh, dan peduli sesama,” tambahnya.

Dengan diberlakukannya aturan baru ini, satuan pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong diharapkan segera menyesuaikan pelaksanaan kegiatan Pramuka sebagai bagian wajib kurikulum sekolah.

Berita lainnya :  KONI Parigi Moutong Tegaskan Pembinaan Catur Demi Prestasi Daerah

Ia juga menyebutkan komitmen Kwarcab untuk mendukung pelatihan pembina dan tenaga pendidik agar pelaksanaan kegiatan kepramukaan di sekolah dapat berjalan optimal.

Semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” diharapkan kembali hidup dalam diri para pelajar Parigi Moutong, seiring langkah bersama memperkuat karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *