Example floating
Example floating
Example 970x250
Daerah

Tiga Hari Tak Tampak, Warga Temukan Perempuan Tewas

×

Tiga Hari Tak Tampak, Warga Temukan Perempuan Tewas

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : Iswan Kades Martasari saat ditemui awak media dilokasi kejadian. (Dok. Itha)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Warga Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, digemparkan oleh penemuan sosok perempuan berinisial KS yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Sabtu, 6 September 2025, sekitar pukul 18.00 WITA.

Kejadian ini pertama kali terungkap setelah Kepala Desa Mertasari, Iswan, menerima laporan dari salah satu kepala dusun. Warga mulai curiga karena rumah korban terlihat gelap dan tak beraktivitas selama tiga hari berturut-turut.

Berita lainnya :  Pelantikan Kepala Daerah Baru, Bupati Poso Dorong Kolaborasi Regional untuk Percepatan Pembangunan

“Setelah dapat laporan, saya bersama warga langsung ke rumah korban. Kami panggil-panggil, tapi tidak ada jawaban,” ujar Iswan.

Kekhawatiran pun meningkat. Warga akhirnya mencoba mengintip dari ventilasi rumah. Dari sana terlihat tubuh korban sudah terbujur kaku, tak bernyawa.

“Bahkan beberapa warga mencium bau tidak sedap dari dalam rumah,” tambahnya.

Korban dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang bergaul dengan lingkungan sekitar. Ia tinggal sendiri dan dikenal sangat mandiri.

Berita lainnya :  Banggai Torehkan WTP ke-13 Kali Berturut-turut, Bupati Amirudin Sampaikan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD 2024

“Dia tidak suka diberi bantuan. Meski hidup sendiri, dia tetap menolak belas kasihan,” kata Iswan.

Kondisi kesehatan korban sempat menjadi perhatian. Iswan mengaku melihat KS dalam keadaan lemas saat beberapa kali datang ke kantor desa untuk mengambil gas elpiji 3 kilogram.

Sementara itu, pihak keluarga korban memilih untuk tidak dilakukan autopsi. Mereka langsung membawa jenazah ke kampung halaman di Desa Astina, Kecamatan Torue, untuk dimakamkan.

Berita lainnya :  Insiden PETI Moutong Yang Menelan Korban Jiwa, Erwin Burase: Menanggapi Serius

“Keluarganya menolak autopsi karena sudah tahu riwayat penyakitnya. Pintu dan jendela rumah juga tidak rusak, jadi kecil kemungkinan ada unsur kekerasan,” terang Iswan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi warga sekitar akan pentingnya menjalin komunikasi dan kepedulian terhadap tetangga, terutama bagi mereka yang tinggal seorang diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *