Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahOlahraga

Peralatan Latihan Dicuri, Persiapan Atlet Panahan Parimo Terganggu

×

Peralatan Latihan Dicuri, Persiapan Atlet Panahan Parimo Terganggu

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto : menyampaikan kekecewaannya atas maraknya aksi pencurian fasilitas olahraga yang terjadi di kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Daerah Parimo. (Dok. Ipal)
Example 728x90

Parigi Moutong, Timursulawesi.id – Persiapan atlet cabang olahraga (cabor) panahan Parigi Moutong (Parimo) menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025 terancam terganggu. Penyebabnya, fasilitas latihan mereka berupa target butts di Alun-Alun Kota Parigi raib digondol maling.

Pelatih panahan Parimo, Fikri Balla, menyampaikan kekecewaannya atas maraknya aksi pencurian fasilitas olahraga yang terjadi di kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Daerah Parimo.

Berita lainnya :  Khidmat Upacara HUT RI ke-80 di Sulteng, Semangat Bersatu Bergelora

“Sudah berulang kali target butts hilang, padahal hanya rangka besi dan papan target saja,” ujar Fikri, pada Minggu (10/08/2025).

Ia menyebut, lemahnya pengawasan dan minimnya petugas keamanan menjadi penyebab utama fasilitas olahraga mudah dicuri. Tak hanya panahan, sejumlah perlengkapan dari cabor lain juga menjadi sasaran pencurian.

“Sampai saat ini, total enam target sudah hilang. Terakhir, semalam satu lagi dicuri padahal sedang digunakan untuk pembinaan atlet POPDA,” jelasnya.

Berita lainnya :  Puluhan Pejabat Pimpinan Tinggi Serta Administrator Resmi Dilantik, Pemkab Parigi Moutong Perkuat Struktur Birokrasi dan Layanan Publik

Menurut Fikri, pagar besi dan perlengkapan milik cabor gateball juga ikut lenyap. Ia menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan aparat kepolisian.

“Pencurian ini sangat berdampak langsung pada persiapan atlet, tidak hanya untuk POPDA, tapi juga untuk PORKAB dan PORPROV ke depan.” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterbatasan sarana transportasi membuat pelatih maupun atlet kesulitan membawa perlengkapan latihan pulang setiap hari.

Berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Hadiri Penutupan Songulara Offroad Adventure Ngata Parigi 2025

“Kami tak punya kendaraan seperti mobil bak terbuka. Untuk sementara, latihan tetap berjalan dengan sisa target yang masih ada.” tuturnya

Fikri berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang. Menurutnya, keamanan fasilitas olahraga adalah bagian penting dalam mendukung pembinaan atlet berprestasi di Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *