Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahLingkungan

Gubernur Tutup Tambang Bermasalah, FPK dan Warga Tipo Beri Dukungan Penuh

×

Gubernur Tutup Tambang Bermasalah, FPK dan Warga Tipo Beri Dukungan Penuh

Sebarkan artikel ini
Example 728x90
Ket. Foto : Gubernur Sulteng Anwar Hafid, dan PB FPK Sulteng. (Dok. Humas FPK Sulteng)

Palu, Timursulawesi.id Dukungan terhadap kebijakan tegas Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menutup tambang galian C yang dinilai membahayakan warga terus mengalir. Salah satunya datang dari Front Pemuda Kaili (FPK) Sulteng yang menyatakan sikap solid mendukung langkah tersebut.

“Kami dari FPK mendukung penuh dan membackup kebijakan tegas Bapak Gubernur Anwar Hafid untuk menutup tambang galian C yang membahayakan pemukiman warga,” tegas Ketua FPK Sulteng, Erwin Lamporo, Rabu (11/6/2025).

Penutupan dua perusahaan tambang yang beroperasi di atas Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi—berbatasan dengan Desa Kalora, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi dilakukan menyusul aksi damai jilid 2 yang digelar masyarakat setempat pada Senin (10/6/2025).

Berita lainnya :  Bappelitbangda Parigi Moutong Jaga Konsistensi Perencanaan dan Realisasi APBD Hingga 98 Persen

Sejak awal, masyarakat Kelurahan Tipo dan Desa Kalora telah menyuarakan penolakan terhadap kehadiran tambang milik PT. Bumi Alpha Mandiri dan PT. Tambang Watu Kalora. Mereka menilai kegiatan tambang mengancam keselamatan pemukiman dan merusak lingkungan.

Dalam pertemuan langsung dengan warga di Tipo, Gubernur Anwar Hafid menyatakan bahwa moratorium izin tambang di wilayah rawan akan segera diberlakukan.

Berita lainnya :  Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban ke Penyintas Gempa di Talise, Gubernur Sulteng Serahkan Langsung

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati Sigi dan Wali Kota Palu. Jika tambang itu membahayakan warga, maka harus ada tindakan tegas,” ujar Gubernur Anwar di hadapan ratusan warga, Ketua DPRD Sulteng, Bupati Sigi, dan pejabat Pemkot Palu.

Gubernur menyatakan bahwa penutupan tambang tersebut bukan bersifat sementara, melainkan permanen.

“Kalau sebelumnya hanya ditutup sementara, maka saya tegaskan hari ini: tambang tersebut ditutup secara permanen,” tegas Anwar Hafid, disambut sorakan warga.

Koordinator aksi damai, Faisal, menyampaikan bahwa masyarakat telah memenuhi berbagai prosedur administratif sesuai permintaan Pemprov, namun belum mendapat hasil memuaskan.

Berita lainnya :  Polres Parigi Moutong Gelar Pasar Murah, Beras Ludes

“Kami telah bersabar. Kalau hari ini tak ada kejelasan, kami siap terus melakukan penolakan. Jangan sampai ketidakadilan ini memicu hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Faisal dengan suara lantang.

Aliansi masyarakat Tipo dan Kalora yang terdiri dari tokoh adat, tokoh pemuda, serta pemerhati lingkungan, menyatakan sikap satu suara: menolak tambang yang merusak ruang hidup mereka.

Menutup pernyataannya, Gubernur Anwar Hafid meminta masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian persoalan tambang ini kepadanya.

“Doakan saya dalam menjalankan tugas ini. Soal tambang, itu jadi urusan saya. Saya pastikan, masyarakat tidak akan dibiarkan berjuang sendiri,” ujar Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *